Berita & Blog


Ini Bedanya Produk Natural dan Organik dari Jasa Maklon

Sudahkah Anda mencari tahu kandungan yang digunakan jasa maklon dalam produk skincare Anda? Apakah menggunakan bahan-bahan alami, organik atau herbal?  Jika belum, cobalah mulai cari tahu komposisi bahan dalam produk kecantikan Anda. Bisa jadi, Anda jauh lebih peka dengan kebutuhan kulit wajah yang selama ini kerap luput dari pengamatan.

Label yang disematkan dalam berbagai produk kecantikan tentu bukan tanpa alasan. Selain membuat skincare enthusiast ‘mele’ dengan produk, para pengguna juga dapat lebih berhati-hati. Contohnya saja menghindari paparan zat berbahaya, seperti mercury dan hidroquinon dalam kadar berlebih. Atau misalnya menghindari beberapa bahan yang disinyalir memicu purging maupun breakout parah.

Hal itu pula yang melaterbelakangi jasa maklon mulai peduli dengan komposisi bahan yang digunakan. Setidaknya, ada beberapa label atau istilah bahan yang selalu dicantumkan oleh brand kosmetik. Beberapa diantaranya tentu tidak asing di telinga kita, bahkan mungkin kita gunakan sehari-hari. Mari kita bahas satu per satu label tersebut.

Produk Natural (Herbal)

Produk natural atau herbal diolah dari bahan-bahan yang berasal dari alam. Sebagian besar komposisi bahan didominasi oleh tumbuh-tumbuhan. Hanya saja penamaan bahan-bahan tersebut diubah dalam bahasa latin mengikuti kaidah umum. Sebagai contoh, rosa centifolia yang merujuk pada salah satu jenis bunga mawar dari Prancis. Atau centella asiatica yang berarti daun pegagang.

Anda tak akan menemukan kandungan hewani maupun sintetik di dalam produk natural. Semuanya diolah dari ekstrak tumbuhan setelah proses panjang penelitian. Tumbuhan dinilai jauh lebih efisien serta minim iritasi pada pengguna. Sehingga tidak menimbulkan rasa cekit-cekit terlalu ekstrem di awal pemakaian. Ini pula yang menjadikan produk natural laris manis diproduksi di jasa maklon.

Dari tahun ke tahun, permintaan pasar akan produk natural kian meningkat. Hal tersebut dikarenakan tingginya kesadaran masyarakat untuk memilih produk yang aman di kulit. Efek samping yang ditimbulkan tidak separah produk sintesis yang mampu merusak lapisan dan jaringan di kulit wajah. Jadi, sudahkah memeriksa kandungan bahan di dalam produk skincare Anda?

Produk Organik

Selain produk natural, ada lagi produk organik yang juga berbahan alami. Dalam proses pembuatannya, produk organik sama sekali tidak melibatkan bahan kimia. Semua bahan 100% berasal dari alam yang dikembangkan khusus dengan teknik organik. Artinya bahan-bahan tersebut tidak terpapar pestisida maupun bahan kimia lainnya sedari awal.

Biasanya brand yang menggunakan bahan organik akan melakukan pengawasan ketat di setiap produksi. Tak hanya itu, kebersihan lingkungan jadi fokus utama bagi produsen maupun jasa maklon yang ditunjuk. Bila produk organik menggunakan bahan-bahan hewani atau selain tumbuhan, biasanya bahan tersebut tetap dihasilkan secara organik. Misalnya telur atau susu organik.

Tidak sedikit brand yang mulai melirik pangsa pasar produk organik. Peminatnya juga kian tinggi, sebab didukung oleh gaya hidup vegetarian. Produk organik yang dipasarkan dapat terlihat dari kemasannya. Umumnya, produk organik telah mendapat sertifikat dari lembaga atau institusi tertentu. Tentunya institusi yang turut mengeluarkan izin edar pada produk tersebut.

Pembeda Kedua Produk

Sudah jelas bukan perbedaan mendasar antara produk natural atau herbal dengan organik. Walaupun secara harfiah tidak jauh berbeda, ada bahan-bahan yang serta proses yang membedakannya. Pembeli harus jeli sebelum membeli produk yang diklaim natural atau organik. Pasalnya kedua produk tersebut memiliki kinerja yang berbeda di kulit masing-masing orang.

Di samping itu, produk natural masih melibatkan produk kimia di dalam proses pembuatannya. Sebut saja tambahan zat kimia pengawet yang membuat produk tahan lebih lama. Serta adanya produk pengikat yang membuat semua senyawa tidak menggumpal. Bahan kimia seperti ini tetap dicantumkan dalam komposisi produk, hanya saja ditulis di bagian akhir dari komposisi.

Dari penjelasan di atas, Anda tentu sudah tidak bingung lagi memilih produk yang aman dan nyaman di kulit wajah. Nama besar brand tidak menjamin produk akan bekerja maksimal di kulit. Anda harus tahu apa kebutuhan kulit dan bagaimana cara mengakomodasinya. Oleh karena itu, pilihlah produk yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekedar brand besar dibalik jasa maklon.